Posts

Serial Khutbah Jumat pilihan: Urgensi Akhlak sebagai Fondasi dalam Hidup

Orang kaya dan pintar sudah sangat banyak kita dapati. Namun, betapa banyak masalah yang juga ditimbulkan oleh dua kelompok itu? Tak sedikit orang yang karena dibutakan oleh kekayaan menjadi lupa akan nilai-nilai sosial dan kelestarian lingkungan. Punya perusahaan besar tapi mengeksploitasi alam; punya pabrik tapi mencemari udara dan mengganggu masyarakat; meraup keuntungan luar biasa per hari tapi kikir, dan seterusnya. Akhlak adalah solusinya Khutbah Pertama اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أمَّا بَعْدُ فَيَاعِبَادَ الله أُوْصِيْكُم وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ ، فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْك...

Peer Review Karya Tulis Nur Kolis

Beberapa review atas karya tulis Nur Kolis dapat dilihat pad postingan di bawah ini

Syariat Tarikat Hakikat

Saudaraku yang ‘arif… Apabila hijabmu telah diangkat oleh Allah, pintu makrifatmu telah dibuka, maka tak ada yang kau dapatkan selain kenikmatan rohani yang berlimpah-limpah, yaitu cahaya cinta yang membuat engkau semakin dekat dan masuk ke dalamnya, bermandikan cahaya kasih dan sayang. Cahaya Ilahi tersebut akan memenuhi seluruh relung dalam rongga dada. Semoga engkau istiqamah dalam menjaganya agar Nûr Allāh bertahta terus-menerus dalam hati sucimu. Jalan syariat harus kau tempuh, bukan dengan keterpaksaan tapi dengan suka cita dan gelora cinta. Di sinilah arti pernyataan sang guru, tarekat tanpa syariat itu bātil (sesat) dan syariat tanpa tarekat itu ‛ātil (kosong). Syariat meniscayakan perbuatan lahir, disebut af'āl al-mukallafīn (perbuatan para mukallaf). Namun apabila syariat dilaksanakan hanya sekadar menjalankan perintah agama (tata lahir), justeru engkau akan menghadapi masalah. Allah mengingatkan Inna rabbaka ya‛lamu ma yusirruna wa ma yu‛linun (sesungguhnya t...

Agar Rezki Penuh Keberkahan

Betapa sering kita mengucapkan, mendengar, mendambakan dan berdo’a untuk mendapatkan keberkahan, baik dalam umur, keluarga, usaha, maupun dalam harta benda dan lain-lain. Akan tetapi, pernahkah kita bertanya, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan keberkahan itu? Dan bagaimana untuk memperolehnya?

Awal dan Akhir dari Sebuah Pencarian

Tulisan ini saya edit dari tugas mahasiswa saya di Pascasarjana IAIN Antasari, berisi sebuah renungan sufistik yang cukup mendalam terinspirasi dari sebuah novel karangan Ibn Tufail tentang pencarian Tuhan oleh seorang anak manusia tanpa campur tangan persepsi. Novel itu berjudul Hay bin Yaqzhan . Hayyân ibn Yaqzhân adalah seorang anak manusia yang terdampar disebuah hutan rimba, dia tumbuh besar bersama dengan aneka flora dan fauna yang ada di hutan, Hayyân ibn Yaqzhân tidak mengenal makhluk yang sepertinya dihutan, karena ia adalah satu-satunya manusia yang ada di hutan itu.

Pandangan al-Qur'an tentang Pihak Lain

Sebelum al-Qur’ân turun sebagai wahyu Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW, keadaan masyarakat tempat al-Qur’ân turun sudah memeluk beberapa agama dan/atau kepercayaan. Disamping agama Samawi dengan nabi yang jelas, Yahudi dan Nasrani, juga ada kepercayaan lain, seperti, Shâbi’în dan Majusi, ditambah lagi diantara mereka ada yang tidak bertuhan dan yang bertuhan banyak, yang oleh al-Qur’an disebut Kuffâr dan Musyrikûn.

Aktualisasi Diri dalam Tasawuf

Para intelektual muslim umumnya sepakat, bahwa manusia adalah makhluk yang mempunyai dimensi ganda (doble dimension) yakni dimensi ruhani dan jasmani, yang lahir dalam keadaan fitrhar. Fithrah maksudnya bukan sekedar bersih dari noda, namun dilengkapi dengan seperangkat potensi kodrati yang bersifat spiritual. Dengan potensi inilah manusia diberi kepercayaan untuk menjadi khalifah fil ardl yang memerankan fungsi-fungsi ketuhanan di muka bumi ini. Jika manusia di dalam dirinya telah terkandung potensi kebaikan, keluhuran atau kesempurnaan sebagai bekal khalifah di bumi, lalu bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan dan diaktualisasikan? Banyak teori yang berbicara mengenai hal ini, baik dalam wacana tasawuf maupun psikologi. Salah satu di antaranya adalah buku yang ditulis oleh Hasyim Muhammad. Tulisan ini merupakan sebuah karya yang mencoba melakukan terobosan baru dengan mengkombinasikan jawaban antara tasawuf dan psikologi secara bersamaan. Menurutnya, selama ini discourse an...