Posts

DOA

Ya Allah, aku mohon ampun kkepada-Mu di hadapanku ada orang yang dizalimi aku tidak menolongnya kepadaku ada orang berbuat baik aku tidak berterimakasih kepadanya orang bersalah meminta maaf kepadaku aku tidak memaafkannya orang susah memohon bantuan kepadaku aku tidak menghiraukannya ada hak orang mukmin dalam diriku aku tidak memenuhinya Tampaknya di depanku aib mukmin aku tidak menyembunyikannya di hadapkan kepadaku dosa aku tidak mengindarinya Ilahi, aku mohon ampun dari semua kejelekan itu dan yang sejenis dengan itu aku sungguh menyesal biarlah itu menjadi peringatan agar aku tidak berbuat yang sama sesudahnya Sampaikan shalawat kepada Muhammad Penyesalanku atas segala kemaksiatan tekadku untuk meninggalkan kedurhakaan jadikan itu semua tobat yang menarik kecintaan-Mua Wahai Zat yang mencintai orang-orang yang bertobat

LANGIT DAN NUR DALAM MIKRAJ NABI SAW

Oleh Kang Kolis Salah satu penjelasan yang paling popular berkenaan dengan perista isra dan mi’raj adalah ucapan Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Sebagian diterjemahkan sebagai berikut: ”Ketika aku sedang berbaring di al-Hathim (sebuah dinding di sisi barat daya Ka’bah) seseorang mendatngiku dan membuat belahan dari sini ke sini (artinya dari rongga di bawah dadanya hingga rambut di bawah pusarnya), lalu mengeluarkan sebuah mangkuk emas yang penuh dengan iman, dan hatiku dicuci, lalu diisikan dan diletakkan kembali ke tempatnya... Lalu aku dibawakan seekor binatang yang lebih kecil dari bengal dan lebih besar dari keledai, yang warnanya putih, yang dinamakan al-Buraq, dan melangkah sejauh jangkauan pandangnya. Aku dinaikkan ke atasnya, dan Jibril pergi bersamaku hingga dia tiba di langit paling rendah. Dia meminta agar pintu dibuka. Ketika ditanya siapa, dia menjawab bahwa dia adalah Jibirl. Dia ditanya siapa yang ada bersamanya. Dia menjawab bahwa itu adalah Muhammad. D...

NUR MUHAMMAD DALAM EPISTEMOLOGI ISLAM

Pertanyaan epistemologik yang paling mendasar adalah bagaimana cara memperoleh pengetahuan yang valid dan meyakinkan? Teori pengetahuan yang berkembang dalam sejarah pemikiran Islam memeperlihatkan karakter khusus yang berbeda dari pemikiran yang berkembang di kalangan pemikir atau filosuf barat. Kekhasan ini terlihat pada pemikiran dan tradisi yang berlaku di kalangan sufi. Kalau filosuf berpendapat bahwa pengetahuan yang valid hanya diperoleh lewat penajaman rasio, sufi berkeyakinan bahwa pengetahuan sejati hanya dapat diperoleh lewat penajaman kalbu yang tercerahkan oleh nur Ilahi (baca Nur Muhammad) A. Pendahuluan Sejarah telah menunjukkan bahwa keterlibatan umat manusia dalam dunia filsafat untuk bergulat dengan masalah-masalah fundamental sudah ada sejak manusia mulai “mengagumi” sesuatu dan mempertanyakan arti maknanya serta asal mulanya sampai ke dasarnya. Sejak saat itu dengan pelbagai cara dan upayanya, manusia ingin memperoleh jawaban yang dirasakan paling sesuai dengan jiwa...

MENJUMPAI TUHAN BERSAMA NUR MUHAMMAD

By Kang Kolis Ajaran Nur Muhammad di Nusantara dikembangkan oleh para sufi, terutama Hamzah Fansuri dan Syamsuddin al-Sumantrani. Menurut sang sufi nusantara ini, Nur Muhammad bukan semata-mata dipandang sebagai teori penciptaan dari tiada, tetapi ia lebih dipandang sebagai ”kepala rohaniah” hirarki pemerintahan nabi dan wali, yang mengepalai para nabi dan wali. Dialah yang mewahyukan Allah, yang meneruskan segala pengetahuan Allah kepada setiap orang yang memiliki pengetahuan itu (artinya tiada orang yang tahu akan Allah, jikalau tidak diberi pengetahuan oleh Nur Muhammad ini). Ia sama dengan roh kudus dan sama dengan daya aktif Allah dipakai untuk menciptakan. Maka Nur Muhammad juga disebut ”perantara antara Allah dan para makhluk-Nya”. Hamzah mengatakan, bahwa tempat Nur Muhammad ada di antara yang ”Yang mengenal” dan ”yang dikenal”. Ini berarti bahawa Nur Muhammadlah yang menyebabkan Allah mengenal diri-Nya dan mengetahui akan rahsia-rahsia diri-Nya, yaitu bahawa ”segala makhluk” t...

ISLAM REVOLUSIONER-LIBERATIF

(Telaah atas Metode Berpikir Ali Syari'ati) This article will explore Ali Shari'ati's approach to revolutionary Islam. The discussion on his thoughts is important because of his decisive role as ideologue behind Iran revolution in 1970s. Educated in traditional millieu before his study in Sorbonne, his thoughts rooted deeply in textual sources. But, in his view, the normative approach to Islam will make moslems be "imprisoned by the text", so he projected a revolutionary understanding of Islam in the sense that he sought to reconcile or synthesize the normative approaches with the western ones, such as sociological and anthropological studies. Therefore, the textual sources—according to him—must be understood figuratively for the shake of a revolution and sociological criticism must be implemented to adjust or to correct some mistakes of religious establishments in historical Islam. A. Pendahuluan Sejarah perkembangan pemikiran (history of thought) Islam, baik p...

IBNU QAYYIM AL-JAWZIYAH TENTANG RIBA

KONSEP IBNU QAYYIM AL-JAWZIYAH TENTANG RIBA (Telaah atas Kitab I’lam al-Muwaqi’in ‘an Rabb al-‘Alamin) Abstrak Studi ini berusaha mengungkapkan konsep Ibnu Qayyim al-Jawziyah tentang riba. Penelitian ini perlu dilakukan karena terdapat perbedaan yang prinsip antara konsep riba Ibnu Qayyim al-Jawziyah dengan konsep riba menurut para ulama sebelumnya. Berdasarkan hasil studi ditemukan bahwa menurut Ibnu al-Qayyim riba ada dua bentuk, pertama jali dan kedua khafi. Keduanya merupakan istilah yang orisinil dari Ibnu al-Qayyim, tidak ditemukan riwayat lain yang menggunakan kedua istilah tersebut selain oleh Ibnu al-Qayyim. Ungkapan jali menunjukkan sangat populernya jenis riba ini baik di kalangan orang Yahudi maupun orang Islam saat itu. Selain itu, secara kuantitatif riba jenis ini lebih jelas keuntungan (bunga)-nya dan secara kualitatif juga lebih jelas kebobrokan dan kebusukannya. Sedangkan istilah khafi menunjukkan kurang populernya jenis riba ini jika dibandingkan dengan riba jali, di ...