Posts

Perkembangan Tarekat Sammaniyyah di Kalimantan Selatan

Salah satu tarekat yang masih eksis sampai sekarang, tetapi kurang populer di Dunia Islam adalah tarekat Sammaniyyah. Tarekat ini dihadirkan oleh Syekh Muhammad ibn Abd al-Karīm al-Sammān al-Madanī sekitar 253 tahun yang silam di kota Madinah. Tarekat tersebut kemudian dibawa masuk ke Indonesia oleh murid-muridnya yang berasal dari tanah Jawi (Indonesia). Namun, sejak dasa warsa terakhir ini perkembangannya di Kalimantan Selatan cukup pesat, jauh melebihi perkembangan tarekat-tarekat lain. Hal itu disebabkan oleh beberapa fakor. Pertama, orang yang mengikuti dan mengamalkan tarekat tersebut dijanjikan akan memperoleh keberuntungan yang luar biasa di dunia dan di akhirat. Kedua, pelaksanan tarekat Sammaniyyah di Kalimantan Selatan relatif lebih sederhana dan mudah daripada pelaksanaan tarekat Sammaniyah versi lain Ketiga, tokoh yang pertama kali menghadirkan tarekat tersebut diyakini sebagai wali quthub yang memiliki keramat yang luar biasa dan tidak dimiliki oleh wali-wali lain serta ...

Tarekat Sammaniyah di Banjarmasin Kalimantan Selatan

Dalam perkembangannya di Kalimantan Selatan tasawuf atau tarekat jelas tidak diragukan lagi peranannya dalam membimbing, membina dan mendidik jiwa-jiwa manusia muslim yang paripurna dan memiliki nilai-nilai kerohanian yang tinggi, sehingga ulama-ulama besar Banjar dahulu dikenal tidak hanya sebagai ulama syariat, lebih daripada itu mereka juga dikenal sebagai ulama tasawuf. Syekh Muhammad Arsyad al-Banjariy, Syekh Muhammad Nafis bin Idris al-Banjariy, Syekh ‘Abdul ¦amid Abulung (Datu Abulung), dan Datu Sanggul adalah contoh tokoh-tokoh tasawuf yang populer di zamannya. Salah satu dari aliran tarekat yang mereka bawa adalah tarekat Sammaniyah. A. Pendahuluan Tasawuf merupakan salah satu ilmu yang cukup berkembang dalam dunia Islam, seiring dengan berkembangnya kehidupan sosial masyarakat Islam. Pada intinya tasawuf merupakan kesadaran fitrah yang mengarahkan jiwa dengan benar kepada amal dan kegiatan yang sungguh-sungguh untuk menjauhkan diri dari kehidupan dunia yang dilarang dan dala...

Puasa

Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadis bahwa dengan puasa kita belajar mengendalikan hawa nafsu serta mengendalikan setan. Pada waktu puasa, kita membelenggu setan, membuka pintu surga dan menutup pintu neraka. Kita belajar menahan setan supaya tak masuk ke dalam tubuh kita. Salah satu pintu masuk setan ke dalam tubuh kita adalah melalui makan dan minum. Kita tutup pintu-pintu itu pada waktu siang hari. Kita melemahkan setan; membuatnya tak berdaya. Puasa adalah latihan mengendalikan hawa nafsu. Menurut Kang Jalal, di bulan Ramadhan sebenarnya kita dilatih untuk mengembangkan kepribadian kita. Kita meninggalkan tingkat oral, anal, dan genital untuk mi’raj ke tingkat ruhaniah yang lebih tinggi. Pada siang hari dibulan Ramadhan, kita dilatih untuk meninggalkan masa kanak-kanak kita. Periode oral kita dikekang dengan tidak makan dan tidak minum. Dalam sehari seolah kita harus di "tahan" dan di "krangkeng" untuk makan dan minum, bahkan untuk mendekatpun kita dilaran...

PEMIKIRAN TASAWUF ABDURRAHMAN SIDDIQ

Telaah Atas Kitab Amal Ma’rifah Syekh Abdurrahman Siddiq al-Banjari, Mufti kerajaan Indragiri Riau adalah salah seorang buyut dari Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Beliau adalah seorang ulama besar yang hidup pada tahun 1857-1939 M., sangat terkenal tidak saja di Kalimantan Selatan, tetapi juga di daerah Sumatera dan lainnya. Salah satu karya tulisnya yang populer adalah risalah Amal Ma’rifah. Kitab ini disusun untuk menjadi tuntunan bagi orang-orang yang mencari ilmu-ilmu kesempurnaan di zaman itu, sebab sedikit sekali guru tasawuf yang alim dan mampu mengajarkan tasawuf secara benar. Kitab ini juga sering dijadikan rujukan serta diajarkan guru-guru agama di Kalimantan Selatan, dan ada kecenderungan kitab ini diidentikkan dengan kitab al-Durr al-Naf³s karya Syekh Muhammad Nafis al-Banjari, serta dianggap bernuansa ajaran wa¥dat al-wuj­d. Terkait dengan hal ini penulis tertarik untuk meneliti kitab ini secara lebih jauh dan mendalam tentang konsep tauhid sufistik dan tasawuf Syekh Abd...