Posts

Keadilan dan Moral dalam Sistem Ekonomi Islam

Babak baru kembangkitan kembali sistem ekonomi Islam mulai bergulir, menyusul kegagalan sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis (komunis) dalam mewujudkan kemakmuran bagi bangsa-bangsa penganutnya. Sistem ekonomi Islam telah menjadi alternatif yang meyakinkan, tidak hanya didukung oleh teori dan teknik berekonomi, tapi lebih dari itu sistem ini didukung pula oleh prinsip keadilan dan moral yang meliputi, illahiyah, akhlak, kemanusiaan dan petengahan yang tidak dimiliki oleh sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis (komunis) Prinsip keadilan dan moral menjadi “competitive advantage” (keunggulan bersaing) dalam sistem ekonomi Islam. A. Pendahuluan Perhatian masyarakat luas terhadap ekonomi Islam semakin meningkat, sejak kegagalan sistem ekonomi kapitalis mewujudkan kesejahteraan bagi warga negara penganut-penganutnya. Mereka mengandalkan mekanisme pasar bebas dan menerapkan teori “Marginal Economics” dengan mengandalkan rumus-rumus matematika yang dipelopori...

Arab Identity Maintenance and Allegiance

Code-switching is used in many ways, its meaning can usually be traced to the basic meaning the ‘we-they’ differences, that are, consciously or unconsciously, part of ethnicity and expressing identification with one or other social group and the values associated with them. Such case is true with Hadhrami Arabs in Martapura, regardless of how limited their Arabic repertoires. Besides the tendency to practice endogamy, they still use some Arabic lexicons functioning as trade jargon, to maintain and perform acts of allegiance to Arab identity. Trade Jargon Hadhrami Arabic In Martapura: Arab Identity Maintenance And Allegiance Oleh : Saifuddin Ahmad Husin A.Introduction The emphasis of globalization has shifted from merely technological causes, rather it is the cultural flows between nations which above all else seem to typify the contemporary globalization process. These changes have resulted in diasporas of various kinds: that of the cosmopolitan academic, that of the internati...

Di level berapakah derajat kedekatan kita dengan Allah?

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجو الله واليوم الأخر وذكر الله كثيرا “Benar-benar telah ada dalam diri utusan Allah keteladanan yang sempurna, yaitu bagi orang yang mengharapkan ridha Allah, kebahagiaan akhirat, dan sering mengingat tanda-tanda kebesaran Allah”. Rasul Allah adalah suri tauladan yang paling baik untuk diteladani oleh siapapun. Mengikut ayat di atas, setidaknya, orang yang meneladani Rasul Allah itu dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu 1) golongan orang-orang yang semata-mata hanya mengharap ridha Allah, 2) golongan orang-orang yang mengharap imbalan kebaikan di akhirat, dan 3) golongan orang-orang yang berzikir kepada Allah demi memperoleh perasaan bahagia dan damai dengan zikir itu sendiri. Orang yang hanya mengharapkan ridha Allah (dan tidak mengharapkan imbalan apa-apa dari-Nya), adalah orang yang terdekat dengan-Nya. Kemudian orang yang mengharap kebahagiaan akhirat (jadi ada permintaannya dari Tuhan) adalah de...

Perspektif Lain tentang Fitnah dan Bala

menurut sebagian ahli, perbuatan menghasut, menghibah, dan menuduh itu lebih besar dosanya daripada pembunuhan. Agaknya, pendapat ini tidak tepat sebab... Tindakan represif menolak datangnya bala tidak perlu dilakukan, tidak perlu lagi upacara-upacara dan doa tolak bala, tetapi bagaimanapun manusia memang perlu tindakan prefentif agar bala tidak menggoyahkan imannya. Perspektif Lain tentang Fitnah dan Balak Al-Quran sebagai sumber ajaran agama Islam diwahyukan dengan menggunakan bahasa Arab. Sebagian kata dari bahasa Arab itu telah terserap ke dalam bahasa umat Islam di Nusantara, namun tidak sedikit di antara kita yang telah keliru dalam memahaminya, sehingga mengakibatkan kekeliruan dalam memahami pesan ajaran agamanya. Kata fitnah dan bala adalah di antara istilah serapan yang dimaksud. Fitnah dan Bala dalam budaya Nusantara Kata fitnah di Nusantara berarti umpatan, gunjing, gujirak, celaan, hujat, dan tuduhan jahat yang diada-adakan/dibuat-buat. Jadi, fitnah di sini berm...

Cinta Sang Sufi: Pesona Cinta Rabiah al-Adawiyah

Terlalu tingginya kecintaan Rabi`ah terhadap Allah mengesankan ada pengabaian atas janji, surga dan ancaman neraka, sebagai motivasi pengabdi. Cinta tanpa pamrih ini, tak pelak menimbulkan revolusi rohaniyah pada masa sesudahnya. Dan masih jarang tulisan yang mencoba untuk mengkritisi dengan penalaran yang jernih untuk kembali ke mahabbah `aqliyyah dari `athifiyyah Rabi`ah sering jadi rujukan melalui konsepsi mahabbah-nya, sebagai masa transisi dari konsepsi sebelumnya (khawf, takut dan rajaa’, harapan). Prosesnya via purgativa (penyucian hati) ke via kontemplativa (perenungan dengan berzikir) lantas via illuminativa (tersingkapnya tabir penyekat alam ghaib), sebagai tempat dia diberkahi cinta dan kearifan, yang akan diakhiri dengan union mystica. Terlalu tingginya kecintaan Rabi`ah terhadap Allah mengesankan ada pengabaian atas janji, surga dan ancaman neraka, sebagai motivasi pengabdi. Cinta tanpa pamrih ini, tak pelak menimbulkan revolusi rohaniyah pada masa sesudahnya. Dan masih ja...