Posts

Pengertian Ilmu dalam Tasawuf

Ilmu menurut bahasa diartikan dengan pengetahuan dan menurut pakar ushuluddin diartikan dengan pengetahuan yang sesuai dengan realita. Baik menurut bahasa maupun menurut pakar ushuluddin ilmu mempunyai arti yang sangat luas karena mencakup semua ilmu pengetahuan baik yang berhubungan dengan dunia maupun akhirat. Namun orang shufi mengartikan ilmu lebih sempit lagi yang mencakup ilmu pengetahuan yang diamalkan untuk mencapai keridhaan Allah dengan membersihkan rohani dan membersihkan budi pekerti dari semua sifat yang tercela, menjauhi kemewahan duniawi dan mencontoh kehidupan dan perilaku Rasulullah Saw. Al-Gazali menulis dalam bukunya ”Ihya Ulumiddin” mempertegas pengertian ilmu dalam rangkaian kata-kata yang sederhana ialah ”thariqul akhirah” yakni jalan menuju kehidupan akhirat. Batasan pengertian ilmu di atas, ia menolak penggunaan kata ilmu untuk pengetahuan yang bukan untuk kesempurnaan kehidupan akhirat. Ilmu menurut orang shufi terbagi menjadi empat macam ilmu ialah ilmu syari...

SUMBER AJARAN TASAWUF

Di dalam al-Qur’an banyak ditemui ayat-ayat yang mendorong manusia memikirkan alam raya ini, dengan berpikir akan nampak keindahannya dan keindahan pencipta dan dengan demikian akan tumbuh rasa cinta yang mendalam terhadap pencipta. Di antaranya dalam firman Allah: إن في خلق السموات والأرض واختلاف الليل والنهار لأيات لأولى الألباب Artinya, “sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal ”(S. Ali Imran 190). Demikian juga sekian banyak ayat yang memberikan contoh akhlak mulia dan akhlak yang buruk, melalui cerita umat-umat yang lampau, atau melalui larangan dan perintah. Demikian pula manusia selalu didorong beramal saleh dan mengendalikan nafsu keinginannya dan dalam kemampuan mengendalikan nafsu keinginan terletak keberuntungan hidup. Allah berfirman: ونفس وما سواها فألهمها فجورها وتقواها قد أفلح من ذكاها وقد خاب من دساها Artinya “Dan jiwa serta penyempurnaannya (penciptaannya). Maka Allah mengilha...

HUBUNGAN ILMU TASAWUF DAN FIKIH

Ushuluddin merupakan ilmu pengetahuan pokok dalam Islam. Karena ilmu ini menyangkut kepercayaan dan keyakinan seorang muslim yang tercakup dalam rukun iman ialah kepercayaan tentang adanya Allah, Malaikat, Kitab-kitab Allah, Rasul-rasul Allah, Hari Kiamat dan Takdir. Dasar pembahasan dalam bidang ini berdasarkan ajaran al-Qur’an dan Sunnah yang sesuai dengan ratio yang sehat. Syamsuddin Syarakhsyi dalam bukunya ”Al-Mabsuth”, menerangkan bahwa dasar ilmu ushuluddin (tauhid) ialah berpegang kepada ajaran al-Qur’an dan Sunnah, serta menjauhi mengikuti hawa nafsu dan perbuatan bid’ah. Katuhanan dan kepercayaan dalam Islam bukan hanya berdasarkan dogmatis yang harus ditelan bulat tetapi manusia disuruh berpikir dan memikirkan segala sesuatu untuk memperkokoh kepercayaan kepada yang wajib dipercayai dan diyakini dalam agama. Di samping ilmu ushuluddin timbul ilmu fikih ialah ilmu untuk mengetahui cara memahami syariat, baik yang berhubungan dengan perintah larangan, yang wajib dan yang suna...

STRATA BUKU DAN PENUNTUT TASAWUF

Menurut orang shufi, murid (orang yang menuntut tasawuf) terbagi menjadi tiga strata (tingkatan). Karena itu buku pelajaran tasawfu juga dibagi menjadi tiga kelompok yang menjadi bahan pelajaran pada setiap strata; pembagian ini berdasarkan wawasan dan pengalaman murid sendiri. Menurut orang shufi, murid (orang yang menuntut tasawuf) terbagi menjadi tiga strata (tingkatan). Karena itu buku pelajaran tasawfu juga dibagi menjadi tiga kelompok yang menjadi bahan pelajaran pada setiap strata; pembagian ini berdasarkan wawasan dan pengalaman murid sendiri. Tiga strata ini ialah: a. Mubtadi Mubtadi ialah murid yang baru mempelajari ilmu syariat seperti tauhid dan fikih. Hati mereka belum bersih, perbuatan mereka belum bersih dari kemaksiatan lahir dan batin. Untuk strata ini diharuskan membaca dan mempelajari buku-buku yang memang ditulis untuk strata ini di antaranya: a) Tanwir al-Qulub oleh Najmuddin Amin Kurdi yang secara sistematis menguraikan ilmu-ilmu dasar agama. Pada buku pertama di...

Wajah Allah adalah aspek dzahir dari Dia

Artikel diadaptasi dari suluk.blogsome.com dari Jurnal Ruh Al-Quds; Volume 1 tahun 1; 2001: PICTS WAJAH Allah Azza Wa Jalla adalah aspek dzahir dari Dia, yang dari sisi wajah-Nya ini memancar cahaya keindahan-Nya. Sebagaimana makna cahaya adalah sesuatu yang membuat dzahirnya segala sesuatu dengannya, maka An-Nuur secara mutlak merupakan isim (nama) dari asma-asma Allah Ta’ala yang mengibaratkan sesuatu yang sangat dzahir serta dzahir-nya segala sesuatu disebabkan keberadaannya. Wajah Allah merupakan hijab rahmat bagi semesta alam yang tanpa itu 18.000 alam akan musnah ditelan Wujud-Nya. “Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk dalam kegelapan, kemudian dia limpahkan atas mereka secercah cahaya-Nya.” (al-hadis au kama qala) Semesta alam-alam yang Dia ciptakan dalam kegelapan, tanpa cahaya ar-Rahmaan tak akan mampu menyadari keberadaan penciptanya, bahkan dirinya sendiri. Tiupan rahmat dan pemeliharaan-Nya kemudian yang memekarkan setiap titik ciptaan dari status awalnya yang tanpa nama ...

Informasi Beasiswa S2 Beasiswa S3 Depag 2009

BEASISWA S2/S3 DEPAG 2009 Bantuan Beasiswa Studi Tahun 2009 (BS) Merupakan bantuan beasiswa yang diberikan oleh Depag RI kepada Tenaga Pengajar Perguruan Tinggi Islam yang berminat dan telah memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan berikut: PROGRAM STUDI, TEMPAT KULIAH dan ALOKASI: 1 . S2 – Ilmu Perpustakaan UI Jakarta 30 org 2. S2 – PGRA UIN Yogyakarta 30 org 3. S2 – Filologi UI Jakarta 30 org 4. S2 – Ilmu Falaq IAIN Semarang 20 org 5. S2 – Psikologi UGM Yogyakarta 26 org 6 .S2 – Perbandingan Agama UIN Bandung 20 org 7 .S2 – Bahasa Arab UIN Malang 30 org 8 .S2 – Hadits UIN Medan 20 org 9 .S3 – Hadits UIN Makassar 20 org 10 .S3 – Sejarah Kebudayaan Islam UIN Yogyakarta 30 org 11. S3 – Komunikasi UGM Yogyakarta 30 org Perguruan Tinggi penyelenggara ditentukan dan ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam dengan mempertimbangkan kualitas dan profesionalitas lembaga yang dimaksud sesuai dengan program studi yang diselenggarakan dalam rangka menjamin mutu alumni yang akan dihasil...

Gaya Bersedekah Ustadz Lihan

Saat itu Lihan (34) hendak menyelenggarakan halal bihalal dengan 1428 anak yatim dan panti asuhan di Banjarmasin. Ia akan mengundang seorang ustadz kondang dari Jakarta. Namun sampai menjelang hari H, uang belum tersedia. Paparan di bawah ini dikutip dari tulisan Muhammad Rizqon tentang pengalaman dan pengamatannya terhadap fenomena sedekah dan motivasinya. Menarik untuk dijadikan renungan. Dikisahkan: Saat itu Lihan (34) hendak menyelenggarakan halal bihalal dengan 1428 anak yatim dan panti asuhan di Banjarmasin. Ia akan mengundang seorang ustadz kondang dari Jakarta. Namun sampai menjelang hari H, uang belum tersedia. Hatinya makin galau ketika pihak event organizer meminta kepastian. Iseng-iseng, ia pergi ke bank mengecek rekening. Ajaib, ada uang Rp 1 miliar di dalamnya. Ia mengecek ke petugas bank kalau-kalau ada salah transfer, ternyata tidak. Namun nama pengirimnya “gelap”. Tak hanya sekali saja. Keesokan harinya, uangnya bertambah Rp 1 miliar lagi. “Sampai saat ini orang yang m...