Posts

Hari Akhir atau Hari Kiamat ?

Sebagai orang yang mengaku beriman kepada Allah, kita pun dituntut untuk beriman kepada hari akhir di samping beriman kepada malaikat, kitab, rasul, dan taqdir. Terkadang iman kita hanya sekedar meyakini tanpa menyadari dengan sepenuh perasaan yang kemudian dimanifestasikan dalam perbuatan dan pikiran. Padahal iman itu selain diikrarkan dengan lisan juga harus diamalkan dan dijadikan sebuah kesadaran bagi setiap tindakan kita agar setiap tindakan kita bernilai guna. Begitu juga iman kita kepada hari akhir. Hari Akhir atau hari Kiamat? Akhirat Sebagai orang yang mengaku beriman kepada Allah, kita pun dituntut untuk beriman kepada hari akhir di samping beriman kepada malaikat, kitab, rasul, dan taqdir. Terkadang iman kita hanya sekedar meyakini tanpa menyadari dengan sepenuh perasaan yang kemudian dimanifestasikan dalam perbuatan dan pikiran. Padahal iman itu selain diikrarkan dengan lisan juga harus diamalkan dan dijadikan sebuah kesadaran bagi setiap tindakan kita agar setiap tindakan ...

Indahnya Bercinta dengan-Mu

Di dekapanmu aku mulai larut Dalam hembusan nafas cintamu Bagai bertemu air jernih di padang tandus Di pelukanmu aku hanyut Dalam derasnya hasrat yang membahana INDAHNYA BERCINTA DENGANMU Dahulu memandangmu aku tak mampu Sebab saat itu mataku tertipu oleh pesona nafsu Mendekatimu aku merasa malu Sebab saat itu aku telah menduakanmu Menyanjungmu aku tak tahu Sebab saat itu hatiku telah membatu Hingga mulutku membisu Lidahpun kelu Dahulu kau terasa begitu jauh di sana Di luar batas mata memandang Tapi kini… Dari dekat, aku melihatmu Melalui seluruh mata hatiku Dari dekat, aku mengagumimu Melalui semua keindahan namamu Di hadapanmu, aku mengkhayalkanmu Tanpa peduli pujuk nafsu Di dekapanmu aku mulai larut Dalam hembusan nafas cintamu Bagai bertemu air jernih di padang tandus Di pelukanmu aku hanyut Dalam derasnya hasrat yang membahana Kini… Aku terbuai oleh pesona cinta Di setiap helaan nafas kurasa indah Bila aku bersamamu Telah terbuang rasa gelisah Saat aku ada disampingmu Masih tersim...

Tentang Cinta, wahai anakku…

“anakku, mari kita bicara tentang cinta. Cinta apa yang kau miliki?” Merasa diri ini memang belum paham apa makna cinta yang sebenarnya, maka aku dengarkan baik-baik setiap hikmah yang menyemburat seperti cahaya. Anakku… Begitu sering kau bicara tentang cinta. Cinta kepada istri, cinta kepada anak, cinta kepada agama, cinta kepada bangsa, cinta kepada filosofi, cinta kepada rumah, cinta kepada kebenaran, cinta kepada Tuhan. Apakah isi, atau esensi, dari cintamu itu? Kau bilang itu cinta suci, cinta sejati, cinta yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam, cinta sepenuh hati, cinta pertama… Apakah benar begitu, anakku? “anakku, mari kita bicara tentang cinta. Cinta apa yang kau miliki?” Merasa diri ini memang belum paham apa makna cinta yang sebenarnya, maka aku dengarkan baik-baik setiap hikmah yang menyemburat seperti cahaya. Anakku, kamu harus membuka hatimu lebar-lebar agar bisa menangkap esensi cinta yang akan aku sampaikan. Simpan pertanyaanmu untuk nanti, karena setiap pertany...

Yang Tunggal di Sebalik Kepelbagaian

Judul kita kali ini mencoba untuk menangkap hakikat yang Tunggal atau Esa di sebalik segala yang zahir dalam kepelbagaian, menemukan hakikat Tuhan di sebalik keragaman kehidupan ini. Dalam bahasa sufi dikenal dengan istilah " Syuhud al-Wahdah fi al-Kathrah ", yaitu menyadari ke-Maha Esa-an Tuhan ketika menyaksikan kemajemukan makhluk ciptaan-Nya. Kepelbagaian alam raya ini membuktikan wujud dan keesaan Tuhan. Tidak sedikit di antara kita yang pikirannya tidak mampu memahami betapa luasnya alam raya dengan pelbagai venomena yang menghiasinya, keindahan, keserasian, dan keharmonisannya, tanpa kehadiran Tuhan di sebalik kepelbagaian ini. Tuhan menunjukkan kerajaan dan kekuasaan-Nya kepada kita dengan membentangkan dalil-dalil kewujudan-Nya berupa kepelbagaian alam ciptaan-Nya. Segala sesuatu yang diciptakan-Nya, walau yang bisu sekalipun, adalah hujjah bernas yang berbicara tentang wujud-Nya. Mata tidak melihatnya, tetapi Dia berada di sebalik pelbagai ciptaan-Nya. Tuhan adalah ...

Firasat Wali

Dalam literatus agama, kita menemukan uraian yang dikenal dengan nama firasat, yakni "pandangan mata hati". Agamawan berpendapat bahwa firasat ada dua macam. Ada yang dapat diperoleh melalui indicator, pengalaman dan pengamatan terhadap perilaku manusia. Sementara ilmuwan mengartikannya sebagai "seni memprediksi sesuatu melalui pengamatan wajah atau tingkah laku". Firasat yang kedua adalah yang muncul tanpa upaya manusia, tetapi firasat yang pertama adalah pengetahuan yang dicampakkan Tuhan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Orang yang beriman adalah antara yang dikehendaki Allah untuk diberi firasat, yaitu kepekaan indera hati dalam memandang apa yang terjadi di sebalik kejadian yang akan berlaku. Dalam tradisi tasawuf dikenal ada seorang yang telah tinggi kedudukannya di hadapan Allah, yaitu orang yang bertaqwa. Di antara mereka telah dianugerahi ketajaman mata hati sehingga firasatnya selalu tepat. Kita mesti menaruh perhatian terhadap orang seperti ini. Mereka a...

Puisi tentang Ruh

Ia turun kepadamu hai tubuh dari tempat yang amat tinggi, Bagaikan merpati jinak, tapi enggan dan tetap berlari. Terselubung dari setiap pelupuk mata yang memandang, Sedangkan ia membuka wajah tanpa bercadar. Ia datang kepadamu dengan paksa, namun Enggan berpisah meski penuh keluhan. Meski enggan dan tak suka menyatu, namun denganmu ia berpadu Alah bisa karena biasa, bersanding dengan kebejatan dan nestapa. Mungkin ia lupa akan janji-janjinya manakala ada di alamnya yang mulya Tersedu-sedan ia menangis, teringat janji di alamnya yang luhur dan mulia, Bercucuran air mata, deras, tiada berhenti. Merpati pun terus berkicau menangisi puing-puing, Yang telah runtuh oleh kisaran badai dari empat arah mata angin. Itu karena ia terhalang oleh jeratan kuat yang menahan, Dalam sangkar emas, tak boleh lepas ke angakasa bebas. Hingga bila hampir berpulang… Mendekat pula saat berlepas ke angkasa luas Lalu pergi, tercerai dari segala yang ditinggal… Tertinggal remeh bersama tanah… tanpa berpadah… Ke...

Tinggalkan badan, Jumpai Ana di Dasar Hatimu

Tuan Guru sufi mengatakan yang maksudnya: "Lenyapkan badan jasad kekalkan hati, masuklah melalui pintu-pintunya di dalam dirimu, dari hati menyelinaplah ke biliknya yang lebih dalam menuju ruh, bersama ruh terbanglah lebih tinggi ke alam nur, dari nur hakikat diri terus melesatlah ke puncaknya yang paling tinggi menjumpai Ana, tinggallah sendiri bersama Ana di dalam liputannya". Innanii Ana Allah la Ilaha illa Ana. Manusia sebagai hamba tercipta dari saripati tanah, "min sulalat min thin". Manusia adalah putra bumi, dari tanahnya ia tumbuh dan berkembang, dari tanahnya pula ia terbentuk, dan dari tanahnya ia hidup. Tidak terdapat satu unsur pun dalam jasmani manusia yang tidak memiliki persamaan dengan unsur-unsur yang terdapat dalam bumi, kecuali rahsia yang sangat halus, yaitu yang ditiupkan oleh Allah kepadanya dari Ruh-Nya, dan dengan ruh itulah manusia menjadi unik dibandingkan dengan makhluk yang lain. Pusat ruh adalah hati. Dalam bahasa Arab disebut "qal...