Posts

Lambang Merah, putih, hitam, dan hijau

Dalam tradisi mistik warna juga merupakan simbul yang mengandungi potensi. Dikatakan merah unsurnya api iaitu darah, malaikatnya Jibril; putih unsurnya air iaitu air mani, malaikatnya adalah Mikail; hitam unsurnya tanah iaitu daging, malaikatnya adalah Israfil; dan hijau, unsurnya angin iaitu nafas, malaikatnya adalah Izrail. Pertama, warna merah melambangkan potensi Camariyah dalam diri manusia. Ia adalah unsur api. Camariyah sebagai potensi atau daya yang memancarkan cahaya merah mendorong tumbuhnya emosi. Daya yang merah ini juga menimbulkan pelbagai macam keinginan. Lemahnya daya ini pula menyebabkan hilangnya rasa cinta, hilangnya selera dalam hidup. Tanda cinta atau kasih sayang dilambangkan dengan warna merah. Cahaya merah pada api sekaligus simbol kekuatan, keberanian, keperkasaan, dan kebesaran. Api pula memiliki daya membakar yang sangat hebat. Dalam sekejap mata api boleh menghanguskan benda apa sahaja. Kemampuan untuk mengendalikan kekuatan yang berwarna merah ini akan mela...

27 Derajat untuk Salat Berjamaah

Tulisan ini terinspirasi oleh ekspresi sebagian orang menandai hari dan waktu kepergian almarhum Gus Dur, pimpinan organisasi NU yang berlambangkan 9 bintang. Kemarin, Jumat (1/1/10) beredar SMS tentang hari wafatnya Gus Dur, yang kalau dirangkai akan menjadi ajaib. SMS itu bertuliskan begini: "Asmaul Husna ada 99. 9 adalah angka yang sangat luar biasa rahasianya. Penuh makna, Masya Allah... Gus Dur wafat jam 18.45 tanggal 30 bulan 12 tahun 09. Kalau semua diamati, semua angka tersebut jika dikalikan dengan angka itu sendiri, jumlah adalah 9. 18 x 18= 324 = 3 + 2 + 4 = 9 45 x 45= 2025 = 2 + 0 + 2 + 5 = 9 30 x 30= 900 = 9 + 0 + 0 = 9 12 x 12= 144 = 1 + 4 + 4 = 9 18 x 45 x 30 x 12 x 09 = 2624400 = 2 + 6 + 2 + 4 + 4 + 0 + 0 = 18 = 1 + 8 = 9 Ada apa dengan jam 18.45? Lihat Qs. Al-Kahfi (18):45, ibaratkan air hujan yang turun dari langit dan memberi kesejukan atau perdamaian di bumi. Lalu kembali ke sisi Allah dengan kuasa-Nya.[bar/ims] Memandangkan nilai bilangan angka-angka intermezo...

Hari Akhir atau Hari Kiamat ?

Sebagai orang yang mengaku beriman kepada Allah, kita pun dituntut untuk beriman kepada hari akhir di samping beriman kepada malaikat, kitab, rasul, dan taqdir. Terkadang iman kita hanya sekedar meyakini tanpa menyadari dengan sepenuh perasaan yang kemudian dimanifestasikan dalam perbuatan dan pikiran. Padahal iman itu selain diikrarkan dengan lisan juga harus diamalkan dan dijadikan sebuah kesadaran bagi setiap tindakan kita agar setiap tindakan kita bernilai guna. Begitu juga iman kita kepada hari akhir. Hari Akhir atau hari Kiamat? Akhirat Sebagai orang yang mengaku beriman kepada Allah, kita pun dituntut untuk beriman kepada hari akhir di samping beriman kepada malaikat, kitab, rasul, dan taqdir. Terkadang iman kita hanya sekedar meyakini tanpa menyadari dengan sepenuh perasaan yang kemudian dimanifestasikan dalam perbuatan dan pikiran. Padahal iman itu selain diikrarkan dengan lisan juga harus diamalkan dan dijadikan sebuah kesadaran bagi setiap tindakan kita agar setiap tindakan ...

Indahnya Bercinta dengan-Mu

Di dekapanmu aku mulai larut Dalam hembusan nafas cintamu Bagai bertemu air jernih di padang tandus Di pelukanmu aku hanyut Dalam derasnya hasrat yang membahana INDAHNYA BERCINTA DENGANMU Dahulu memandangmu aku tak mampu Sebab saat itu mataku tertipu oleh pesona nafsu Mendekatimu aku merasa malu Sebab saat itu aku telah menduakanmu Menyanjungmu aku tak tahu Sebab saat itu hatiku telah membatu Hingga mulutku membisu Lidahpun kelu Dahulu kau terasa begitu jauh di sana Di luar batas mata memandang Tapi kini… Dari dekat, aku melihatmu Melalui seluruh mata hatiku Dari dekat, aku mengagumimu Melalui semua keindahan namamu Di hadapanmu, aku mengkhayalkanmu Tanpa peduli pujuk nafsu Di dekapanmu aku mulai larut Dalam hembusan nafas cintamu Bagai bertemu air jernih di padang tandus Di pelukanmu aku hanyut Dalam derasnya hasrat yang membahana Kini… Aku terbuai oleh pesona cinta Di setiap helaan nafas kurasa indah Bila aku bersamamu Telah terbuang rasa gelisah Saat aku ada disampingmu Masih tersim...

Tentang Cinta, wahai anakku…

“anakku, mari kita bicara tentang cinta. Cinta apa yang kau miliki?” Merasa diri ini memang belum paham apa makna cinta yang sebenarnya, maka aku dengarkan baik-baik setiap hikmah yang menyemburat seperti cahaya. Anakku… Begitu sering kau bicara tentang cinta. Cinta kepada istri, cinta kepada anak, cinta kepada agama, cinta kepada bangsa, cinta kepada filosofi, cinta kepada rumah, cinta kepada kebenaran, cinta kepada Tuhan. Apakah isi, atau esensi, dari cintamu itu? Kau bilang itu cinta suci, cinta sejati, cinta yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam, cinta sepenuh hati, cinta pertama… Apakah benar begitu, anakku? “anakku, mari kita bicara tentang cinta. Cinta apa yang kau miliki?” Merasa diri ini memang belum paham apa makna cinta yang sebenarnya, maka aku dengarkan baik-baik setiap hikmah yang menyemburat seperti cahaya. Anakku, kamu harus membuka hatimu lebar-lebar agar bisa menangkap esensi cinta yang akan aku sampaikan. Simpan pertanyaanmu untuk nanti, karena setiap pertany...

Yang Tunggal di Sebalik Kepelbagaian

Judul kita kali ini mencoba untuk menangkap hakikat yang Tunggal atau Esa di sebalik segala yang zahir dalam kepelbagaian, menemukan hakikat Tuhan di sebalik keragaman kehidupan ini. Dalam bahasa sufi dikenal dengan istilah " Syuhud al-Wahdah fi al-Kathrah ", yaitu menyadari ke-Maha Esa-an Tuhan ketika menyaksikan kemajemukan makhluk ciptaan-Nya. Kepelbagaian alam raya ini membuktikan wujud dan keesaan Tuhan. Tidak sedikit di antara kita yang pikirannya tidak mampu memahami betapa luasnya alam raya dengan pelbagai venomena yang menghiasinya, keindahan, keserasian, dan keharmonisannya, tanpa kehadiran Tuhan di sebalik kepelbagaian ini. Tuhan menunjukkan kerajaan dan kekuasaan-Nya kepada kita dengan membentangkan dalil-dalil kewujudan-Nya berupa kepelbagaian alam ciptaan-Nya. Segala sesuatu yang diciptakan-Nya, walau yang bisu sekalipun, adalah hujjah bernas yang berbicara tentang wujud-Nya. Mata tidak melihatnya, tetapi Dia berada di sebalik pelbagai ciptaan-Nya. Tuhan adalah ...

Firasat Wali

Dalam literatus agama, kita menemukan uraian yang dikenal dengan nama firasat, yakni "pandangan mata hati". Agamawan berpendapat bahwa firasat ada dua macam. Ada yang dapat diperoleh melalui indicator, pengalaman dan pengamatan terhadap perilaku manusia. Sementara ilmuwan mengartikannya sebagai "seni memprediksi sesuatu melalui pengamatan wajah atau tingkah laku". Firasat yang kedua adalah yang muncul tanpa upaya manusia, tetapi firasat yang pertama adalah pengetahuan yang dicampakkan Tuhan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Orang yang beriman adalah antara yang dikehendaki Allah untuk diberi firasat, yaitu kepekaan indera hati dalam memandang apa yang terjadi di sebalik kejadian yang akan berlaku. Dalam tradisi tasawuf dikenal ada seorang yang telah tinggi kedudukannya di hadapan Allah, yaitu orang yang bertaqwa. Di antara mereka telah dianugerahi ketajaman mata hati sehingga firasatnya selalu tepat. Kita mesti menaruh perhatian terhadap orang seperti ini. Mereka a...