Posts

Rosulullah Muhammad s.a.w. yang Ummi

Selain pada QS. 7: 157-158, istilah ummi juga dicantumkan pada surah yang lain: QS 3:20; 75. QS. 62: 2; QS. 2: 78; Q.S. Berdasarkan berbagai ayat inilah ada juga orang yang tidak sependapat dengan tafsiran al-ummiy sebagai orang yang buta huruf. Apalagi dengan penafsiran segelintir orang yang ingin memaksakan missinya. Golongan yang ketiga ini memahami al-ummiy sebagai orang yang tidak mengerti (membaca atau menulis) isi kandungan atau pesan kitab Taurat, Zabur, dan Injil. Tidak membaca dan menulis bukan berarti tidak pandai membaca dan menulis. Allah berfirman: "Orang-orang yang mengikuti Rasul, seorang nabi yang ummi yang mereka temukan (namanya) tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka kepada yang ma'ruf dan melarang mereka dari yang mungkar, yang menghalalkan bagi mereka semua yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang be...

Mā' al-Hayāt dari Telaga al-Kautsar

Bermula hayyun itu zahir zat iaitu seperti air yang jernih amat bening ialah umpama alam Allah asma saraban jahura maka iaitulah nafsu muthmainnah. Ialah cahaya bayang-bayang matahari yang nyata kelihatan dalam air yang jernih, itulah Ruh Idhafi, dan inilah yang meliputi pada matahari. Dan tiap-tiap meliputi pada air yang dinamakan air alkauthar Dalam perbincangan sufi sering disebut-sebut istilah al-kawthar, umpamanya: Bermula hayyun itu zahir zat iaitu seperti air yang jernih amat bening ialah umpama alam Allah asma saraban jahura maka iaitulah nafsu muthmainnah. Ialah cahaya bayang-bayang matahari yang nyata kelihatan dalam air yang jernih, itulah Ruh Idhafi, dan inilah yang meliputi pada matahari. Dan tiap-tiap meliputi pada air yang dinamakan air alkauthar Alkauthar adalah sebuah nama bagi kolam yang di tempat itu Baginda s.a.w. menunggu umatnya untuk sebuah perjumpaan agung selepas kematian. Gambaran mengenainya terdapat dalam hadis-hadis. Semoga Allah s.w.t memberi kita pengetah...

Nur Muhammad dalam Tasawuf dan Kristus dalam Teologi Kristen

"Dzālika al-nūr alladzi kāna qabla al-’ālam, wa al-hikmah al-asāsiyyah al-’aqliyyah al-kā'inah qabla al-duhr, wa al-kalimat al-hayy, al-kā'inu ma’a al-ab min al-’abad'i, alladdzī huwa Allāh, al-maulūd al-awwal al-wāhid min Allāh, al-kā'in qabla kulli khaliqāt.” Tentang Yesus Kristus, Bambang Noor Sena, Seorang Kristen ortodok menyatakan: "Dzālika al-nūr alladzi kāna qabla al-’ālam, wa al-hikmah al-asāsiyyah al-’aqliyyah al-kā'inah qabla al-duhr, wa al-kalimat al-hayy, al-kā'inu ma’a al-ab min al-’abad'i, alladdzī huwa Allāh, al-maulūd al-awwal al-wāhid min Allāh, al-kā'in qabla kulli khaliqāt.” (Itulah nūr atau cahaya yang sudah ada sebelum alam semesta diciptakan, hikmat dan akal Ilahi yang sudah ada sebelum zaman-zaman, iaitu Firman yang hidup, yang bersama-sama dengan Bapa sejak kekal. Ia Allah sendiri. Kerana firman itu satu-satunya yang keluar daripada Allah dan pertama dilahirkan-Nya, sudah ada sebelum segala diciptakan). Bambang menyatak...

Manusia dan al-Nafs

Tulisan ini coba menerka-nerka tentang siapa manusia dan apa al-nafs itu sehingga dikatakan “manusia yang telah mengenal nafs-nya dia telah benar-benar telah mengenal Tuhannya”. Al-Qur’an menggambarkan konsep tentang manusia menggunakan tiga istilah, iaitu al-bashar, al-insān, dan banī Ādam. Pertama, perkataan bashar dalam al-Qur’an menunjukkan pemahaman manusia sebagai makhluk biologis. Istilah bashar pula identik dengan aspek luaran bagi diri manusia, iaitu bahagian yang mudah dilihat oleh mata. Kadang-kadang istilah bashar juga diertikan al-jimac atau persetubuhan. Daripada pemahaman yang begini apabila dikaitkan dengan surah al-Kahfi [18]: 110, maka sebenarnya ayat menegaskan bahawa secara fizik-biologis manusia yang bernama Muhammad Rasulullah s.a.w. memiliki kesamaan dengan manusia lain secara umumnya, iaitu kesamaan unsur-unsur biologisnya adalah sama. Kemudian, jika dikaitkan dengan surah al-Hijr [15]: 33, maka seluruh manusia memiliki kesamaan bashariyahnya yang tercipta d...

Nafs: Antara Sukma Nurani & Dhulmani

Karena ruh bersifat kerohanian dan selalu suci, maka setelah ditiup Allah dan berada dalam jasad, ia tetap suci. Ruh di dalam diri manusia berfungsi sebagai sumber moral yang baik dan mulia. Jika ruh merupakan sumber akhlak yang mulia dan terpuji, maka lain halaya dengan jiwa. Jiwa adalah sumber akhlak tercela, al-Farabi, Ibn Sina dan al-Ghazali membagi jiwa pada: jiwa nabati (tumbuh-tumbuhan), jiwa hewani (binatang) dan jiwa insani. Kang Jalal dalam Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah mengungkapkan: Menurut para sufi, manusia adalah mahluk Allah yang paling sempurna di dinia ini. Hal ini, seperti yang dikatakan Ibnu'Arabi manusia bukan saja karena merupakan khalifah Allah di bumi yang dijadikan sesuai dengan citra-Nya, tetapi juga karena ia merupakan mazhaz (penampakan atau tempat kenyataan) asma dan sifat Allah yang paling lengkap dan menyeluruh. Allah menjadikan Adam (manusia) sesuai dengan citra-Nya. Setelah jasad Adam dijadikan dari alam jisim, kemudian Allah meniupka...

Iqra’: Mengenal Allah melalui Allah

Semenjak Rasulullah menerima wahyu buat pertama kali di Gua Hira’ , saat itulah menurut Kyai Lukman, secara deklaratif misi sufi menjadi substansi wahyu itu sendiri. Rasulullah merasa tidak bisa membaca. Sebab yang bisa hanyalah Allah. Namun ketika Jibril meneruskan “ Bacalah, dengan nama Tuhanmu.. dst” Rasulullah langsung membacanya. Maksudnya, Jibril meminta membaca dengan dan bersama Tuhan. Nama Tuhan itu adalah Allah. Allah hanyalah sebuah nama bagi Tuhan. Maka Nabi pun membacanya dengan kalbunya, lalu bergemuruhlah dada Nabi dengan sebutan Allah… Allah.. Allah hingga bertahun – tahun, sampai mengalami istighraq atau jadzab , atau tenggalam dalam lautan Illahi, hingga tubuhnya menggigil. Rasulullah menyatukan dirinya denga Asma Allah itu dalam hatinya. Artinya Rasulullah membaca dengan kalbunya. Bacaan kalbu berbeda dengan bacaan lisan. Bacaan kalbu adalah hasrat dan seluruh fakta kebenaran ideal yang terus bergelora Peristiwa paling monumental dalam sejarah dunia tersebut sekaligu...

Spirit ritual

Dalam tradisi mistik, ritual memang menjadi salah satu bagian dari proses perjalanan untuk mendapatkan pencerahan lahir batin dari Tuhan. Namun pencerahan lahir dan batin bukan tujuan utamanya, karena tujuan utamanya ialah missi perdamaian dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Oleh sebab itu, untuk tujuan ini, starting keyakinan keagamaan haruslah dimulakan dengan mengenal Tuhan secara benar, kemudian menghampiri-Nya, sehingga bisa melihat-Nya, menyadari akan keagungannya, kehebatannya, dan dengan haqq al-yaqin meyakini akan kemahaesaan-Nya. Sedangkan akhir perjalanannya ialah pulang ke alam kehidupan nyata untuk menebarkan rahmat bagi seluruh alam. Kadang-kadang kita salah kaprah, memahami ritual sebagai spiritual atau sebaliknya. Padahal tidak tentu demikian. Jaman sekarang, ritual kadang-kadang telah dijadikan ajang pamer kekuatan masa, atau daya tarik public untuk tujuan-tujuan tertentu. Bukan berarti tidak boleh, yang demikian itu baik-baik saja, tetapi akan lebih baik lagi ...