Posts

Ibnu Arabi: Ibn Aflâthûn

Sangat wajar jika Ibnu Arabi telah dijuluki sebagai Ibn Aflâthûn (Anak Plato) atau Platonis, disamping tersohor juga dengan gelar Muhyi al-Din (penghidup agama) dan al-Syeikh al-Akbar (doctor maximus). Filosuf Yunani yang terkenal di dalam tradisi falsafah Islam adalah Aristoteles, bukan Plato, akan tetapi sejatinya orang Islam-Arab pertama kali mempelajari falsafah Aristoteles dari komentar para filsof yang beraliran Neo-Platonisme terhadap karya Aristoteles, di mana falsafah ini bernuansa aliran Aflutin, Forforius dan Abrikles. Buku Ontologi Aristoteles yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada sekitar 840 M., tidak lain adalah sebuah ringkasan bagi aliran Neo-Platonisme (al-Aflatun al-Hadatsah). Ini ertinya bahawa pemikiran Neo-Platonisme telah menyebar secara luas ke kalangan umat Islam. Meski dianggap sebagai pemikiran Aristoteles. Neo-Platonisme adalah salah satu aliran pemikiran yang telah banyak memberikan inspirasi para filosuf Islam dan kaum sufi. Konsep wihdat al-w...

Bencana Alam bukan Azab Tuhan

Bencana hanya merupakan proses alam, tidak berhubungan dengan azab Tuhan. Ini hanya proses hukum alam yang dialami bumi saja, seperti manusia yang bersin “hazzim!!, hazzim!!”,, karena flu. Hanya seperti itu saja. Maka setuju jika dalam konteks bencana alam hendaklah “jadikan manusia sebagai subjek bencana, bukan objek yang berdosa kemudian diazabkan.” Dalam kitab suci ada cerita saat manusia membangkang kepada Tuhan kemudian Tuhan menghancurkan seluruh muka bumi. Nah, waktu sekarang ada bencana, para tokoh langsung mengambil template itu. Biasanya dasar yang dirujuk berkenaan dengan bencana ialah dhahara al-fasad fi al-barr wa al-bahr bimaa kasabat aydinnas, “telah muncul kerusakan di daratan dan lautan karena sebab ulah tangan manusia”. Teks dalil ini benar adanya, tetapi kebanyakan digunakan pada konteks yang tidak tepat, misalnya untuk menjustifikasi terjadinya bencana alam seperti tsunami dan gunung meletus adalah diakibatkan oleh ulah kejahatan tangan-tangan manusia. Padahal ben...

Qur'an and The Bible

Al-Qur'an dan Injil dari sudut pandang ilmu pengetahuan. Bagian akhir dialog bisa Anda lihat di sini

Roh dan Cinta dalam Campuran

Kekuatan campurannya, Menyatukan roh dan cinta, Entah cinta atau nyawa, Jadi zat atau sifatnya. Album : Nyawa dan Cinta Munsyid : Debu Nyawa dan cinta menjelma, Yakni kedua-duanya, Di zaman dulu bersama, Diciptakan oleh Allah. Dengan cara sangat khusus, Roh dan cinta dicampurkan, Dan cinta yang memang halus, Menghilang dalam campuran. Kekuatan campurannya, Menyatukan roh dan cinta, Entah cinta atau nyawa, Jadi zat atau sifatnya. Mungkin cinta jadi zatnya, Iaitu zat campurannya, Mungkin roh jadi sifatnya, Atau mungkin sebaliknya. Natijah campuran itu, Cinta dan roh berbicara, Dan saling dengar begitu, Bersama dipelihara. Asal cinta api tapi, Angin itu asal nyawa, Angin menyalakan api, Maka membakar anginnya Entah ini, entah itu, Saya tidak tahu, kawan, Memang tidak tahu jitu, Adalah keajaiban. Lirik dicopy dari http://liriknasyid.com Roh dan Cinta dalam campuran. Lirik daripada nasyid yang disenandungkan oleh kumpulan DEBU sarat dengan muatan filosofis metafisis yang lumrah digagas oleh...

Rosulullah Muhammad s.a.w. yang Ummi

Selain pada QS. 7: 157-158, istilah ummi juga dicantumkan pada surah yang lain: QS 3:20; 75. QS. 62: 2; QS. 2: 78; Q.S. Berdasarkan berbagai ayat inilah ada juga orang yang tidak sependapat dengan tafsiran al-ummiy sebagai orang yang buta huruf. Apalagi dengan penafsiran segelintir orang yang ingin memaksakan missinya. Golongan yang ketiga ini memahami al-ummiy sebagai orang yang tidak mengerti (membaca atau menulis) isi kandungan atau pesan kitab Taurat, Zabur, dan Injil. Tidak membaca dan menulis bukan berarti tidak pandai membaca dan menulis. Allah berfirman: "Orang-orang yang mengikuti Rasul, seorang nabi yang ummi yang mereka temukan (namanya) tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka kepada yang ma'ruf dan melarang mereka dari yang mungkar, yang menghalalkan bagi mereka semua yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang be...

Mā' al-Hayāt dari Telaga al-Kautsar

Bermula hayyun itu zahir zat iaitu seperti air yang jernih amat bening ialah umpama alam Allah asma saraban jahura maka iaitulah nafsu muthmainnah. Ialah cahaya bayang-bayang matahari yang nyata kelihatan dalam air yang jernih, itulah Ruh Idhafi, dan inilah yang meliputi pada matahari. Dan tiap-tiap meliputi pada air yang dinamakan air alkauthar Dalam perbincangan sufi sering disebut-sebut istilah al-kawthar, umpamanya: Bermula hayyun itu zahir zat iaitu seperti air yang jernih amat bening ialah umpama alam Allah asma saraban jahura maka iaitulah nafsu muthmainnah. Ialah cahaya bayang-bayang matahari yang nyata kelihatan dalam air yang jernih, itulah Ruh Idhafi, dan inilah yang meliputi pada matahari. Dan tiap-tiap meliputi pada air yang dinamakan air alkauthar Alkauthar adalah sebuah nama bagi kolam yang di tempat itu Baginda s.a.w. menunggu umatnya untuk sebuah perjumpaan agung selepas kematian. Gambaran mengenainya terdapat dalam hadis-hadis. Semoga Allah s.w.t memberi kita pengetah...

Nur Muhammad dalam Tasawuf dan Kristus dalam Teologi Kristen

"Dzālika al-nūr alladzi kāna qabla al-’ālam, wa al-hikmah al-asāsiyyah al-’aqliyyah al-kā'inah qabla al-duhr, wa al-kalimat al-hayy, al-kā'inu ma’a al-ab min al-’abad'i, alladdzī huwa Allāh, al-maulūd al-awwal al-wāhid min Allāh, al-kā'in qabla kulli khaliqāt.” Tentang Yesus Kristus, Bambang Noor Sena, Seorang Kristen ortodok menyatakan: "Dzālika al-nūr alladzi kāna qabla al-’ālam, wa al-hikmah al-asāsiyyah al-’aqliyyah al-kā'inah qabla al-duhr, wa al-kalimat al-hayy, al-kā'inu ma’a al-ab min al-’abad'i, alladdzī huwa Allāh, al-maulūd al-awwal al-wāhid min Allāh, al-kā'in qabla kulli khaliqāt.” (Itulah nūr atau cahaya yang sudah ada sebelum alam semesta diciptakan, hikmat dan akal Ilahi yang sudah ada sebelum zaman-zaman, iaitu Firman yang hidup, yang bersama-sama dengan Bapa sejak kekal. Ia Allah sendiri. Kerana firman itu satu-satunya yang keluar daripada Allah dan pertama dilahirkan-Nya, sudah ada sebelum segala diciptakan). Bambang menyatak...