Posts

Bala: Kita patut mendapatkannya

Ya Allah jika Engkau menebar beribu balak di hari rabu bulan safar ini maka anugerahkan balak itu sebanyak2nya kepadaku dan mereka yg mencintaiku, tapi ya Allah jangan Kau timpakan balak kpd kami kecuali Engkau beri kami kekuatan ketabahan dan kesabaran sehingga kami lulus menempuh ujianwmu. Amin Kata bala(k) secara bahasa diartikan sebagai: gerombolan, pasukan (tentera), kemalangan, kegeruhan, kecelakaan, musibah, bencana, dll. Dengan demikian, dalam konteks ini, bala diartikan sebagai kejadian buruk yang berlaku ke atas seseorang atau sesuatu tempat berupa kekecelakaan, bencana alam, dan lain-lain. Oleh sebab itu, dalam konteks ini juga, manusia mesti lari untuk menghindari bala itu dengan cara apapun. Antaranya, muncul pelbagai kegiatan ritual amalan tolak bala yang dilakukan baik secara individu maupun bersama-sama dalam satu kelompok dan masa tertentu. Misalnya, pada menjelang musim panen dan malam Rabu terakhir di bulan Safar. Padahal, dalam bahasa aslinya, bala bermaksud ujian b...

Urgensi seorang Mursyid bagi salik

Semoga kita yang merinduNya, dipertemukan dengan guru yang ahli dalam makrifat, yang mendapatkan bimbingan langsung dari-Nya agar kita bisa melepaskan keegoan yang ada pada diri serta bisa mengenal diri yang sebenar sebagai suatu jalan ma’rifat kepada Allah. Kata al-Ghazali, antara perkara yang wajib bagi seorang Salik yang menempuh jalan kebenaran adalah bahwa dia harus mempunyai seorang mursyid dan pendidik spiritual yang dapat memberinya petunjuk dalam perjalanannya, serta melenyapkan akhlak-akhlak yang tercela dan menggantinya dengan akhlak-akhlak yang terpuji. Seumpama petani hendaknya seorang pendidik spiritual merawat tanamannya. Setiap kali dia melihat batu atau tumbuhan yang membahayakan tanamannya, maka dia langsung mencabut dan membuangnya. Dia juga selalu menyirami tanamannya, agar dapat tumbuh dengan baik dan terawat, sehingga menjadi lebih baik. Bagaikan tanaman yang membutuhkan perawat, maka seorang salik harus mempunyai seorang mursyid. Sebab, Allah mengutus para rasul ...

Gus Dur pemimpin yang sufi

Al-Qusyairiy menyatakan dalam kitab al-Risalah bahwa seorang sufi adalah mereka yang melihat alas an-alasan untuk memaafkan perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Sufi, seperti bumi selalu bersikap baik terhadap keburukan yang dicampakkan kepadanya, namun tidak menumbuhkan apapun selain kebaikan. Sufi juga seperti awan, memberi keteduhan kepaa semua makhluk, dan seperti air hujan, mengairi segala sesuatu. Gus Dur juga seorang sufi. Dalam banyak kasus, Ia adalah seorang yang pemaaf, meski kepada musuh yang sangat jahat sekalipun. Tuduhan agen zionis, murtad karena membela non-muslim, dan sebagainya tidak ditanggapi dengan hati yang sempit, bahkan tidak menaruh dendam. Gus Dur juga biasa dipuji oleh penyokongnya, tetapi pujian itu tidak membuatnya lupa diri, malah Ia tahu diri. Itulah sifat seorang sufi. Said Jamhuri dalam disertasi doktornya, Kepemimpinan Nahdlatul Ulama, Studi kasus Abdurrahman Wahid (1999) menyatakan bahwa seringkali langkah Gur Dur tidak bisa dipahami warga masyarakat ...

Ibnu Arabi: Ibn Aflâthûn

Sangat wajar jika Ibnu Arabi telah dijuluki sebagai Ibn Aflâthûn (Anak Plato) atau Platonis, disamping tersohor juga dengan gelar Muhyi al-Din (penghidup agama) dan al-Syeikh al-Akbar (doctor maximus). Filosuf Yunani yang terkenal di dalam tradisi falsafah Islam adalah Aristoteles, bukan Plato, akan tetapi sejatinya orang Islam-Arab pertama kali mempelajari falsafah Aristoteles dari komentar para filsof yang beraliran Neo-Platonisme terhadap karya Aristoteles, di mana falsafah ini bernuansa aliran Aflutin, Forforius dan Abrikles. Buku Ontologi Aristoteles yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada sekitar 840 M., tidak lain adalah sebuah ringkasan bagi aliran Neo-Platonisme (al-Aflatun al-Hadatsah). Ini ertinya bahawa pemikiran Neo-Platonisme telah menyebar secara luas ke kalangan umat Islam. Meski dianggap sebagai pemikiran Aristoteles. Neo-Platonisme adalah salah satu aliran pemikiran yang telah banyak memberikan inspirasi para filosuf Islam dan kaum sufi. Konsep wihdat al-w...

Bencana Alam bukan Azab Tuhan

Bencana hanya merupakan proses alam, tidak berhubungan dengan azab Tuhan. Ini hanya proses hukum alam yang dialami bumi saja, seperti manusia yang bersin “hazzim!!, hazzim!!”,, karena flu. Hanya seperti itu saja. Maka setuju jika dalam konteks bencana alam hendaklah “jadikan manusia sebagai subjek bencana, bukan objek yang berdosa kemudian diazabkan.” Dalam kitab suci ada cerita saat manusia membangkang kepada Tuhan kemudian Tuhan menghancurkan seluruh muka bumi. Nah, waktu sekarang ada bencana, para tokoh langsung mengambil template itu. Biasanya dasar yang dirujuk berkenaan dengan bencana ialah dhahara al-fasad fi al-barr wa al-bahr bimaa kasabat aydinnas, “telah muncul kerusakan di daratan dan lautan karena sebab ulah tangan manusia”. Teks dalil ini benar adanya, tetapi kebanyakan digunakan pada konteks yang tidak tepat, misalnya untuk menjustifikasi terjadinya bencana alam seperti tsunami dan gunung meletus adalah diakibatkan oleh ulah kejahatan tangan-tangan manusia. Padahal ben...

Qur'an and The Bible

Al-Qur'an dan Injil dari sudut pandang ilmu pengetahuan. Bagian akhir dialog bisa Anda lihat di sini

Roh dan Cinta dalam Campuran

Kekuatan campurannya, Menyatukan roh dan cinta, Entah cinta atau nyawa, Jadi zat atau sifatnya. Album : Nyawa dan Cinta Munsyid : Debu Nyawa dan cinta menjelma, Yakni kedua-duanya, Di zaman dulu bersama, Diciptakan oleh Allah. Dengan cara sangat khusus, Roh dan cinta dicampurkan, Dan cinta yang memang halus, Menghilang dalam campuran. Kekuatan campurannya, Menyatukan roh dan cinta, Entah cinta atau nyawa, Jadi zat atau sifatnya. Mungkin cinta jadi zatnya, Iaitu zat campurannya, Mungkin roh jadi sifatnya, Atau mungkin sebaliknya. Natijah campuran itu, Cinta dan roh berbicara, Dan saling dengar begitu, Bersama dipelihara. Asal cinta api tapi, Angin itu asal nyawa, Angin menyalakan api, Maka membakar anginnya Entah ini, entah itu, Saya tidak tahu, kawan, Memang tidak tahu jitu, Adalah keajaiban. Lirik dicopy dari http://liriknasyid.com Roh dan Cinta dalam campuran. Lirik daripada nasyid yang disenandungkan oleh kumpulan DEBU sarat dengan muatan filosofis metafisis yang lumrah digagas oleh...