Posts

Kemahakuasaan Allah: an ihtajaba bila hijab 2

Image
Kenikmatan surgawi yang paling tinggi adalah memandang wajah Tuhan. Namun, di alam dunia ini Tuhan telah menghijab zat-Nya (an ihtajaba) dengan sesuatu yang tidak nyata (bi ma la mawjud), yaitu ma siwa Allah, berupa alam ciptaan-Nya. Alam adalah wujud penampakan Nur Tuhan yang juga disebut dengan Nur Muhammad. Seakan-akan wujud alam ini nyata adanya, padahal hakikatnya tidak nyata. Ia hanya bayangan dari Nur Ilahi. Wujudnya ada tetapi semu seperti fatamurgana yang dari kejauhan nampak ada, tetapi apabila dinyatakan tidak pernah ditemukan wujudnya. Itulah wujud alam apabila dibandingkan dengan wujud Tuhan. Jadi, wujud alam ini sebenarnya semu. Segala sesuatu bila disandingkan dengan Allah akan hilang. Lampu, apabila disandingkan dengan matahari tidak akan nampak keberadaannya. Cahayanya lenyap, hilang diliputi oleh cahaya matahari. Istri kita yang cantik pun apabila disandingkan dengan bidadari akan hilang kecantikannya karena terliputi oleh kecantikan bidadari. Begitu pula wujud makhlu...

Seni Kehidupan Spiritual

Image
Ujar Abah Abd Hakim, mengutip Syeikh Ibn Atha’illah dalam al-Hikam, “Bagaimanakah mungkin hati akan cemerlang bila gemerlap duniawi terpatri dalam dinding hati”. Tidak sulit untuk mengetahui apakah dinding hati kita dipenuhi oleh gemerlap dunia atau persiapan utk akhirat. Lihatlah, di bidang apa saja hati ini menjadi resah. Bila hati resah karena kehilangan harta, takut tidak kebagian rezeki, berani tidak jujur demi sepeser dua peser uang, melangggar aturan agama demi dunia, itu berarti dinding hati kita tidak sekedar dipenuhi oleh gemerlap duniawi, tetapi sudah menjadi tawanan dunia. Tetapi bila keresahan kita pada salat yang belum khusuk, bekal akhirat yg belum banyak, akhlak yg masih buruk, itu petanda hati kita berisi persiapan-persiapan akhirat. Memang mustahil untuk tidak terlibat dalam urusan2 duniawi, karena kita mencari penghidupan jasmani di sini dan mempersiapkan bekal akhirat di sini pula. Namun di saat yang sama, bagi roh kita, gemerlap dunia material ini adalah racun yang...

Sucikan najis, bebaskan dosa

Image
Najis dapat mengotori pakaian tempat dan jasad kita, manakala dosa akibat kemaksiatan dapat mengotori hati, roh, dan jiwa. Ada najis yang cukup disucikan dengan percikan air, ada najis yang harus benar-benar hilang bentuk, warna, dan baunya, dan ada juga najis yang berat yang harus dicuci air 7 kali, salah satunya harus dicampuri dengan tanah. Ada dosa yang terhapus oleh istighfar ada pula dosa yang dihapus dengan solat dan amal kebaikan, tetapi ada juga dosa yang tidak mungkin hilang kecuali dibakar oleh api penyesalan dan taubat. Bila api penyesalan dan taubat sulit untuk dinyalakan, maka Allahlah yang akan membantu menyalakannya dengan cara memberikan berbagai penderitaan, karena ternyata malapetaka dan bencana membuat orang sadar dan menyesali dosa-dosanya. Hanya dua api yang dapat membakar dosa-dosa, api penyesalan atau api jahannam. Orang yang cerdas tentu memilih api yang paling ringan.

Pemberian-Nya adalah yang terbaik untuk Anda

Jangan kecewa dan berburuk sangka Jika kenyataan tak sesuai dengan yang Anda harapkan Anda minta kpd-Nya sekuntum bunga mawar Ia beri Anda kaktus berduri Anda minta kepada-Nya binatang mungil nan cantik Ia beri Anda ulat bulu Anda sedih, protes & kecewa atas ketidakadilan ini Namun bila kaktus itu berbunga Subhanallah, sangat indah! Anda kegirangan Dan... ulat bulu itu pun Tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang amat cantik Begitulah jalan Allah swt... Indah pada waktunya... Allah tidak memberi sesuai apa yg Anda harapkan Tapi Allah memberi apa yang Anda perlukan Allah telah merajut yang terbaik untuk kehidupan Anda Perjuangan mutlak diperlukan dalam hidup. Apabila Allah membolehkan Anda hidup tanpa hambatan, itu malah akan membuatkan Anda lemah. Anda tidak akan sekuat ini, tidak pernah sesukses ini Anda memohon diberi kekuatan... dan Allah memberi Anda kesulitan agar Anda kuat Anda memohon agar bijaksana... dan Allah memberi Anda masalah untuk diselesaikan Anda memohon kekayaan....

Bala: Kita patut mendapatkannya

Ya Allah jika Engkau menebar beribu balak di hari rabu bulan safar ini maka anugerahkan balak itu sebanyak2nya kepadaku dan mereka yg mencintaiku, tapi ya Allah jangan Kau timpakan balak kpd kami kecuali Engkau beri kami kekuatan ketabahan dan kesabaran sehingga kami lulus menempuh ujianwmu. Amin Kata bala(k) secara bahasa diartikan sebagai: gerombolan, pasukan (tentera), kemalangan, kegeruhan, kecelakaan, musibah, bencana, dll. Dengan demikian, dalam konteks ini, bala diartikan sebagai kejadian buruk yang berlaku ke atas seseorang atau sesuatu tempat berupa kekecelakaan, bencana alam, dan lain-lain. Oleh sebab itu, dalam konteks ini juga, manusia mesti lari untuk menghindari bala itu dengan cara apapun. Antaranya, muncul pelbagai kegiatan ritual amalan tolak bala yang dilakukan baik secara individu maupun bersama-sama dalam satu kelompok dan masa tertentu. Misalnya, pada menjelang musim panen dan malam Rabu terakhir di bulan Safar. Padahal, dalam bahasa aslinya, bala bermaksud ujian b...

Urgensi seorang Mursyid bagi salik

Semoga kita yang merinduNya, dipertemukan dengan guru yang ahli dalam makrifat, yang mendapatkan bimbingan langsung dari-Nya agar kita bisa melepaskan keegoan yang ada pada diri serta bisa mengenal diri yang sebenar sebagai suatu jalan ma’rifat kepada Allah. Kata al-Ghazali, antara perkara yang wajib bagi seorang Salik yang menempuh jalan kebenaran adalah bahwa dia harus mempunyai seorang mursyid dan pendidik spiritual yang dapat memberinya petunjuk dalam perjalanannya, serta melenyapkan akhlak-akhlak yang tercela dan menggantinya dengan akhlak-akhlak yang terpuji. Seumpama petani hendaknya seorang pendidik spiritual merawat tanamannya. Setiap kali dia melihat batu atau tumbuhan yang membahayakan tanamannya, maka dia langsung mencabut dan membuangnya. Dia juga selalu menyirami tanamannya, agar dapat tumbuh dengan baik dan terawat, sehingga menjadi lebih baik. Bagaikan tanaman yang membutuhkan perawat, maka seorang salik harus mempunyai seorang mursyid. Sebab, Allah mengutus para rasul ...

Gus Dur pemimpin yang sufi

Al-Qusyairiy menyatakan dalam kitab al-Risalah bahwa seorang sufi adalah mereka yang melihat alas an-alasan untuk memaafkan perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Sufi, seperti bumi selalu bersikap baik terhadap keburukan yang dicampakkan kepadanya, namun tidak menumbuhkan apapun selain kebaikan. Sufi juga seperti awan, memberi keteduhan kepaa semua makhluk, dan seperti air hujan, mengairi segala sesuatu. Gus Dur juga seorang sufi. Dalam banyak kasus, Ia adalah seorang yang pemaaf, meski kepada musuh yang sangat jahat sekalipun. Tuduhan agen zionis, murtad karena membela non-muslim, dan sebagainya tidak ditanggapi dengan hati yang sempit, bahkan tidak menaruh dendam. Gus Dur juga biasa dipuji oleh penyokongnya, tetapi pujian itu tidak membuatnya lupa diri, malah Ia tahu diri. Itulah sifat seorang sufi. Said Jamhuri dalam disertasi doktornya, Kepemimpinan Nahdlatul Ulama, Studi kasus Abdurrahman Wahid (1999) menyatakan bahwa seringkali langkah Gur Dur tidak bisa dipahami warga masyarakat ...