Posts

Aktualisasi Diri dalam Tasawuf

Para intelektual muslim umumnya sepakat, bahwa manusia adalah makhluk yang mempunyai dimensi ganda (doble dimension) yakni dimensi ruhani dan jasmani, yang lahir dalam keadaan fitrhar. Fithrah maksudnya bukan sekedar bersih dari noda, namun dilengkapi dengan seperangkat potensi kodrati yang bersifat spiritual. Dengan potensi inilah manusia diberi kepercayaan untuk menjadi khalifah fil ardl yang memerankan fungsi-fungsi ketuhanan di muka bumi ini. Jika manusia di dalam dirinya telah terkandung potensi kebaikan, keluhuran atau kesempurnaan sebagai bekal khalifah di bumi, lalu bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan dan diaktualisasikan? Banyak teori yang berbicara mengenai hal ini, baik dalam wacana tasawuf maupun psikologi. Salah satu di antaranya adalah buku yang ditulis oleh Hasyim Muhammad. Tulisan ini merupakan sebuah karya yang mencoba melakukan terobosan baru dengan mengkombinasikan jawaban antara tasawuf dan psikologi secara bersamaan. Menurutnya, selama ini discourse an...

Kontroversi Dalil Nisfu Sya'ban

Dalil-dalil yang diperselisihkan oleh para ulama tentang level keshahihannya itu antara lain sebagaimana yang dibedah oleh Dr. Fuad Tohari adalah hadits-hadits berikut ini: "إن الله عز وجل ينزل إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لأكثر من شَعْرِ غَنَمِ بني كلب، وهي قبيلة  فيها غنم كثير"رواه أحمد والطبراني.وقال الترمذي: إن البخاري ضعفه Sesungguhnya Allah 'Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nisfu sya'ban dan mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu pada kambing Bani Kalb (salah satu kabilah yang punya banyak kambing). (HR At-Tabarani dan Ahmad) Namun Al-Imam At-Tirmizy menyatakan bahwa riwayat ini didhaifkan oleh Al-Bukhari. Selain hadits di atas, juga ada hadits lainnya yang meski tidak sampai derajat shahih, namun oleh para ulama diterima juga. عائشة ـ رضي الله عنها ـ قام رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ من الليل فصلى فأطال السجود حتى ظننت أنه قد قُبِضَ، فَلَمَّا رفع رأسه من السجود وفرغ من صلاته قال, "يا عائشة ـ أو يا حُميراء ـ ظننت أن ...

Nenek Pemungut Daun

Image
“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak secara benar saya lakukan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhir tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad saw. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu shalawat keatas Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan shalawat kepadanya.”   Alkisah, dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung kota itu. Ia berwudhu, masuk ke masjid, dan menunaikan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekadarnya, ia keluar dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berciciran. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu helai pun ia lepaskan. Tentu agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal, terik matahar...

Generasi yang Selamat berkat Rahmat Allah

Diantara fase-fase usia generasi kita yang cukup rawan adalah fase remaja dan pemuda. Remaja dalam usianya yang berada antara anak-anak dan dewasa memiliki problema tersendiri. Secara fisik, remaja masih menuju kematangan organ-organnya, demikian juga secara psikis remaja sering ditandai dengan gejolak emosional yang belum matang. Mereka tidak senang dikatakan sebagai anak-anak, tetapi mereka belum menunjukkan kedewasaan yang ditandai dengan kemampuan berdiri sendiri, mengatasi problema sendiri, bahkan sering membuat problema bagi orang lain, seperti prilaku kenakalan. Ceritera remaja dan pemuda juga terdapat dalam Alquran. Nabi Yusuf, Ashabul Kahfi,   dan putra Nabi Nuh adalah segelintir ceritera remaja dan pemuda yang dibentangkan Allah. Kecuali putra Nabi Nuh, para pemuda tersebut, dengan rahmat Allah mampu melewati ujian-ujian kehidupan yang sangat kritis. 1.             Nabi Yusuf Nabi Yusuf adalah soso...

Sebelum Kematian

Dalam sebuah riwayat disebutkan, orang yang saleh dan memperoleh husnul khatimah adalah mereka yang hati dan bibirnya selalu berzikir mengingat Allah ketika sakaratul maut sampai datangnya malaikat Izrail menjemput ruhnya. Tanda-tanda lain adalah wajahnya tampak tenang, bagaikan orang tidur, tidak menunjukkan rasa takut dan tertekan. Justru sisa senyumnya terlihat di wajahnya, tanda saling sapa antara dirinya dengan Izrail yang datang menjemput, bagaikan calon pengantin wanita yang dijemput untuk dinikahkan dengan calon suaminya yang sudah lama dirindukan. Patut untuk direnungkan, sering terdapat keterkaitan antara tempat dan penyebab kematian seseorang dengan doa yang selalu dipanjatkan ketika sehat dan jauh sebelum kematian tiba. Misalnya, ada seorang dosen yang ingin sekali kalau meninggal disalatkan oleh ramai santri, alhamdulillah, almarhum meninggal di sebuah pondok pesantran besar yang sangat dia banggakan. Soal ruh dan kematian menyisakan misteri yang sukar dijelaskan se...

Sebab Menahan Lapar, Hidup menjadi Sehat

Antara penyebab utama berlakunya akhlak tercela adalah karena perut yang selalu dikenyangkan. Jika perut kenyang, syahwat menguat. Bila syahwat kuat, maka menjadi rakus terhadap harta dan benda, karena nafsu syahwat itu akan mudah disalurkan jika disediakan harta benda. Sedangkan harta benda mudah didapat melalui kedudukan atau jabatan. Ketika nafsu telah mendapatkan harta dan kedudukan, maka tidak lengkap sebelum dihiasi dengan titel PHD ( Perasaan Hasad dan Dengki ) juga sombong, pamer ( riya' ), adigang-adigung , dan penyakit jiwa lainnya. Padahal, jika perut dibiasakan lapar justru dapat menyehatkan jasmani dan rohani. Tidak hairan jika dokter menghimbau para penderita pelbagai penyakit berat agar menurunkan berat badan dengan cara diet yang ketat. Ulama sufi besar, Imam al-Ghazali (1058 M-–1111 M), mengatakan ada 10 manfaat dari menahan lapar, yaitu : 1. Dapat membersihkan hati dan menajamkan mata batin 2. Dapat melembutkan hati sehingga mampu merasakan lezatnya zikir....

Hidup itu seperti rojak

Image
Hmmm... makan cabe saja tentu tidak mahu, krn mak nyoss, pedas di lidah. Asam saja, juga enggan krn ngilu di gigit. Tapi, Makan gula saja, banyak yang suka krn manisnya. Padahal, apabila cabe yg pedas digaul dengan asam dan gula yg manis + dimasinkan dgn sedikit garam, menjadilah rujak yang tentu rasanya lebih nikmat daripada manisnya gula.   Isi dunia ini saling melengkapi. Kenikmatan dunia tidak dapat dirasai tanpa menggaulkan kesempitan dan kelapangan, tanpa meramu kesedihan dengan kesenangan. Nikmat itu ada, sebab adanya pengalaman senang dan susah.  Sesungguhnya, kesenangan yang kita kecap adalah sementara. Kesusahan yang membelit pun fana. Dengan menggaul kedua-duanya membuat hidup kita seimbang. Jiwa kita tak akan dipenuhi kesombongan dan over rasa bangga kala meraih kesuksesan dan mengecap kesenangan. Hati kita pun tidak merasa sempit, putus asa, apalagi rapuh tatkala dirundung musibah dan kegagalan.  Krn sebagian isi dunia ini sekadar...