Posts

Lagu Agnes "Allah Peduli" Dicekal di Malaysia

Namun masalahnya adalah apakah kata “Allah” hanyalah milik umat Islam saja? Apakah umat lain tidak boleh menyebut Tuhan yang juga mereka sembah dengan kata “Allah”? Apakah pandangan semacam ini ada presedennya dalam sejarah Islam? Kenapa pendapat seperti itu muncul? Tahun yang lalu, pemerintah Malaysia melarang penerbitan Kristen memakai kata “Allah”, sebab menurutnya kata itu adalah khusus milik umat Islam. Selain umat Islam dilarang menggunakan kata “Allah” sebagai sebutan untuk Tuhan mereka. Alasannya, pemakaian kata Allah oleh pihak non-Muslim dikhawatirkan bisa membingungkan dan “menipu” umat Islam. Akibat dari kebijaksanaan ini, salah satu lagu Ages Monica, Allah Peduli, dilarang beredar di Malaysia oleh Majelis Agama Islam Selangor (MAIS) Malaysia. Bahkan Pengurus Majlis Agama Islam Selangor (MAIS), Mohamad Adzib Mohd Isa, mengatakan, larangan itu dikenakan kepada siapa pun yang menyanyikan lagu itu di negara bagian Selangor, demikian media massa Malaysia, Sabtu (14/3). MAIS ber...

Shallu ala Muhammad Sayyidil Awwalin wal Akhirin

Wahai Allah, tempatkan cahaya di dalam hatiku dan cahaya di dalam jiwaku, cahaya pada lidahku, cahaya di mataku dan cahaya di telingaku tempatkan cahaya di sebelah kananku cahaya di sebelah kiriku cahaya di belakangku dan cahaya di hadapanku cahaya di atasku dan cahaya di bawahku tempatkan cahaya di syaraf syarafku dan cahaya di dalam dagingku cahaya dalam darahku cahaya dalam rambutku dan cahaya dalam kulitku! berikan kepadaku cahaya, perbanyaklah cahayaku, ciptakan cahaya bagiku! Allahumma sholli wa sallim ala Muhammad sayyidil awwalina wa al-akhirin Bagi Tuhanku segala puji Tiada bilangan mampu mencukupinya Atas penghormatan yang dilimpahkan-Nya bagi kita dengan lahirnya al-Musthafa Muhammad Yaa Rasulullah, selamat datang Sungguh kami beruntung dengan kehadiranmu Semoga Engkau berkenan memberi nikmat karunia-Mu, Mengantarkan kami ke tujuan idaman Tunjukilah kami jalan yang ia tempuh Agar dengannya kami bahagia dan memperoleh kebaikan yang melimpah Tuhanku, demi mulia kedudukannya di...

Cahaya Ilahi

Image
Terjemahan Bahasa Indonesia: Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahayaNya, adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada sebuah pelita besar. Pelita itu di dalam kaca, kaca itu seakan-akan bintang seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, pohon zaitun yang tumbuh tidak disebelah timur dan tidak pula disebelah barat, yang minyaknya hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya. Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala suatu. Terjemahan Bahasa Malaysia : Allah yang menerangi langit dan bumi. Bandingan nur hidayah petunjuk Allah adalah sebagai sebuah "misykaat" yang berisi sebuah lampu; lampu itu dalam geluk kaca, geluk kaca itu pula laksana bintang yang bersinar cemerlang; lampu itu dinyalakan dengan minyak dari pokok yang banyak manfaatnya, pokok zaitun yang bukan sahaja d...

Sedikit tentang Wahdatul Adyan

Konsep wahdatul adyan sebenarnya tidak baru karena sudah dikenal dalam tradisi sufistik masa lalu, namun konsep ini menarik untuk ditilik dan ditela’ah kembali. Wahdatul adyan (kesatuan agama), demikian konsep tersebut dinamai, mengajarkan bahwa pada hakikatnya semua agama bertujuan sama dan mengabdi kepada Tuhan yang sama pula. Perbedaan yang ada hanyalah pada aspek lahiriah yakni penampilan-penampilan dan tata cara dalam melakukan ibadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam konsep ini tidak ada lagi superioritas dan inferioritas agama karena berasal dari satu sumber yakni Tuhan. Agama adalah serangkaian kesadaran manusia tentang eksistensi sesuatu yang telah menjadi pedoman hidup yang bersumber dari Tuhan. Dan agama yang adalah kesadaran itu sendiri berupa kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi dan larangan-larangan yang harus dihindari, sehingga apa yang menjadi pilihan benar-benar merupakan kesadaran atas kehendaknya sendiri bukan atas dasar keterpaksaan. Inilah agama, tidak ...

Mengenal Diri: Ta'alluq, Takhalluq, dan Tahaqquq

Image
Mengenal diri adalah cara sufi dalam mengenal Tuhannya. Di dalam tradisi kaum sufi terdapat postulat yang berbunyi: Man 'arafa nafsahu faqad 'arafa rabbahu --Siapa yang telah mengenal dirinya maka ia telah mengenal Tuhannya. Jadi, pengenalan diri adalah pintu yang harus dimasuki dalam rangka berkenalan dengan Ketuhanan. Mengapa perlu mengenal diri manusia? Karena pada dasarnya manusia adalah puncak ciptaan Tuhan dengan tingkat kesempurnaan dan keunikan-Nya yang prima dibanding makhluk lainnya (QS. 95:4). Namun, Allah juga memperingatkan bahwa kualitas kemanusiaannya, masih setengah jadi, sehingga harus berjuang untuk menyempurnakan dirinya (QS. 91:7-10). Proses penyempurnaan ini amat dimungkinkan karena pada naturnya manusia itu fithri, hanif dan berakal. Lebih dari itu, Allah juga mengutus guru sejati, Muhammad Rasulullah pembawa kitab suci sebagai petunjuk (QS. 4:174). Persoalannya adalah, bagaimana cara mengenali jati diri dan hakikat kemanusiaan kita? Sedangkan potret ten...

ALLAH: Nama bagi Dhat Yang Tak Terliputi

Image
Sebutan Tuhan Sahabat-sahabat, kadang kita terlalu cepat ‘memagari diri’ dari istilah-istilah yang kita anggap tidak berada dalam domain yang sama dengan agama kita. Terlalu cepat ‘mengkafirkan’. Bukan mengkafirkan orang lain, tapi mengkafirkan bahasa (lain). Dengan memagari diri seperti ini, apalagi dengan didahului prasangka, maka dengan sendirinya kita akan semakin sulit saja memahami hikmah kebenaran yang Dia tebarkan di mana-mana. Padahal, dalam al-Qur’an pun Allah menjelaskan bahwa beragam bahasa adalah tanda dari-Nya juga. “Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah menciptakan langit dan bumi, dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat ayat-ayat bagi orang-orang berilmu (’Alimiin).” Q.S. 30 : 22. Jika ada orang menyebut tuhannya sebagai Yehovah, Eloh, Eloheim, atau Adonai, mekanisme dalam pikiran kita mendadak seperti mencipta imaji-imaji bahwa ada banyak tuhan yang sedang berjejer, sesuai urutan sesembahan yang ada sepanjang masa. Ada tu...

Lembaga Bahtsu Masa’ilil Ummah IAIN Antasari

Sebagai orang banua, nalar saya tersentuh ketika mendengar di almamater IAIN Antasari sedang dibentuk Lembaga Bahtsu Masailil Ummah . Ada setumpuk harapan yang besar bagi perjalanan seterusnya forum ummah ini, mengingat yang juga forum ulama ini akan ada di tengah fenomena kepelbagaian masyarakat banua. Di banua ini, ekspresi keislaman masyarkatnya bisa dibedakan antara yang cenderung ortodoks dan yang lebih heterodoks. Menyikapi pluralitas ini, harapan utama saya adalah hilangkan ambisi untuk merangkum keberagaman ke dalam satu cluster pemikiran yang ekslusif, biarkan mereka dengan segala keanekaragamannya, karena satu-satunya yang mampu menjadi perekatnya adalah maqashid al-syari`ah . Maqashid al-syari’ah sebenarnya adalah pesan moral yang menjadi inti kenabian Muhammad Saw ” innama bu’itstu liutammima makarima al-akhlaq ” (sesunnguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia), ia adalah akhlak itu sendiri. Karena itulah, akhlak sebenarnya adalah yang mungkin mem...